Pages

Tampilkan postingan dengan label D3 AMIK WAHANA MANDIRI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label D3 AMIK WAHANA MANDIRI. Tampilkan semua postingan

Resume Pertemuan 10,11,12 ( Basis Data )

Selasa, 04 November 2014
TEHNIK NORMALISASI 1


NORMALISASI
Proses normalisasi menyediakan cara sistematis untuk meminimalkan terjadinya kerangkapan data diantara relasi dalan perancangan logikal basis data. Normalisasi merupakan proses pengelompokan elemen data menjadi tabel–tabel yang menunjuk-kan entity dan relasinya.

            Normalisasi adalah proses pengelompokan atribute-atribute dari suatu relasi sehingga membentuk WELL STRUCTURE RELATION.

Well Structure Relation
            Adalah  sebuah relation yang jumlah kerangkapan datanya sedikit (minimum Amount Of Redundancy), serta memberikan kemungkinan bagi user untuk melakukan INSERT, DELETE, dan  MODIFY terhadap baris-baris data pada relation tersebut, yang tidak berakibat terjadinya ERROR atau INKONSESTENSI DATA, yang disebabkan oleh operasi –operasi tersebut.

Contoh :Terdapat sebuah relation Course, dengan ketentuan sbb:
·         Setiap mahasiswa hanya boleh mengambil satu matakuliah saja.
·          Setiap matakuliah mempunyai uang kuliah yang standar (tidak tergantung pada  mahasiswa yang mengambil matakuliah tsb.
Terdapat 3 jenis Anomali :
·         1.   Insertion Anomali
Error yang terjadi sebagai akibat operasi insert record/tuple pada sebuah relation
·         2.   Delettion Anomali
 Error yang terjadi sebagai akibat operasi delete record/tuple pada sebuah relation
·         3.   Update Anomali
Error yang terjadi sebagai akibat inkonsistensi data yang terjadi sebagai akibat dari operasi update record/tuple dari sebuah relation.


RELATION COURSE
Relation di atas merupakan sebuah relation yang sederhana dan terdiri dari 3 kolom/atribute.
Bila diteliti secara seksama, maka akan ditemukan redundancy padadatanya, dimana biaya kuliah selalu berulang pada setiap mhs. Akibatnya besarkemungkinan terjadi Error atau inkonsistensi data, bila dilakukan updateterhadap relation tsb yang disebut dengan Anomali.

ANOMALY Merupakan penyimpangan-penyimpangan atau Error atau Inkonsistensi datayang terjadi pada saat dilakukan proses insert, delete ataupun modify.
Terdapat 3 jenis Anomali :
1.            Insertion AnomaliError yang terjadi sebagai akibat operasi insert record/tuple pada sebuah relation.
-          contoh :Ada matakuliah baru (CS-600) yang akan diajarkan, maka matakuliah tsb tidak bisadi insert ke dalam relation tsb sampai ada mhs yang mengambil matakuliah tsb.
2.            Delettion AnomaliError yang terjadi sebagai akibat operasi delete record/tuple pada sebuah relation.
-          Contoh :Mhs dengan student-id 92-425, memutuskan untuk batal ikut kuliah CS-400, karenadia merupakan satu-satunya peserta matakuliah tsb, maka bila record/tuple tsbdidelete akan berakibat hilangnya informasi bahwa mata-kuliah CS-400, biayanya1503.
3.                  Update AnomaliError yang terjadi sebagai akibat inkonsistensi data yang terjadi sebagai akibat darioperasi update record/tuple dari sebuah relation
-          Contoh :Bila biaya kuliah untuk matakuliah CS-200 dinaikan dari 75 menjadi 100, maka harusdilakukan beberapa kali modifikasi terhadap record-record, tuple-tuple mhs yangmengambil matakuliah CS-200, agar data tetap konsisten.



TEHNIK NORMALISASI 1

Proses normalisasi adalah proses pengelompokan data elemen menjadi tabel-tabel yang menunjukkan entity dan relasinya. Pada proses normalisasi dilakukan pengujian pada beberapa kondisi apakah ada kesulitan pada saat menambah/menyisipkan, menghapus, mengubah dan mengakses pada suatu basis data. Bila terdapat kesulitan pada pengujian tersebut maka perlu dipecahkan relasi pada beberapa tabel lagi atau dengan kata lain perancangan basis data belum optimal.

Beberapa konsep yang harus diketahui :
a.   Field/ Atribut Kunci
b.   Kebergantungan Fungsi

a)      Field (Atribut) Kunci
Setiap file selalu terdapat kunci dari file berupa field atau satu set field yang dapat mewakili record. Misalnya Nomor Pokok Mahasiswa (NPM) merupakan kunci dari tabel mahasiswa suatu Perguruan Tinggi, setiap pencarian cukup dengan menyebut nomor mahasiswa tersebut maka dapat diketahui identitas mahasiswa lainnya seperti nama, alamat dan atribut lainnya.
Nomor Pegawai (NIP) bagi data dosen, NIK untuk data karyawan, Kode_Kuliah untuk data Mata kuliah, dan lain sebagainya.

Jenis Atribut Pada Entitas
Atribut yang melekat pada suatu entitas ada bermacam tipe seperti yang akan
dijelaskan sebagai berikut :

Atribut Sederhana : atribut sederhana merupakan atribut atomik yang tidak
dapat lagi dipecah menjadi atribut lain.
Contoh : Entitas mahasiswa mempunyai atribut sederhana berupa NIM, Nama
Mahasiswa .
Atribut Komposit : atribut komposit merupakan atribut yang masih dapat dipecah menjadi sub-sub atribut yang masing-masing memiliki arti tesendiri.
Contoh : entitas mahasiswa mempunyai atribut alamat. Alamat disini dapat
dipecah menjadi sub atribut seperti nama_kota, kode_pos.

Atribut Bernilai Tunggal : yaitu atribut yang hanya memiliki satu nilai untuk
setiap barisnya.
Contoh : entitas mahasiswa mempunyai atribut NPM, Nama, Alamat isi data dari atribut ini hanya boleh diisi dengan 1 data. Setiap mahasiswa hanya memiliki 1 NPM, 1 Nama, 1 Alamat.

Atribut Bernilai Jamak : yaitu atribut yang boleh memiliki lebih dari satu nilai untuk setiap barisnya.
Contoh : entitas mahasiswa mempunyai atribut Hobby isi data dari atribut ini boleh lebih dari 1 data. Mahasiswa Roshita memiliki NPM 13402021 beralamat di Jalan Garuda 32 Yogyakarta memiliki Hobby (Olah Raga, Nyanyi, Masak dan Nonton TV)

Atribut Harus Bernilai : yaitu atribut yang harus memiliki nilai data untuk setiap barisnya. Biasanya atribut seperti ini sudah ditetapkan dalam perancangan tabelnya sehingga jika dalam pengisian dikosongi akan terjadi kesalahan.
Contoh : entitas mahasiswa mempunyai atribut NPM dan Nama_Mahasiswa yang harus diisi datanya, sebab jika tidak diisi akan terjadi kekacauan dalam basis data.

Atribut Bernilai Null : yaitu atribut yang boleh tidak memiliki nilai data untuk setiap barisnya.
Contoh : entitas mahasiswa mempunyai atribut Alamat, Hobby, Nama_Pacar yang boleh untuk tidak diisi tetapi kalau diisi akan lebih baik.

Atribut Turunan : yaitu atribut yang nilai-nilainya diperoleh dari pengolahan atau dapat diturunkan dari atribut lain yang berkaitan.
Contoh : entitas mahasiswa mempunyai atribut IPK yang diperoleh dari pengolahan atribut Nilai pada tabel (entitas Nilai) dengan kode NIM mahasiswa yang sama dan diproses sehingga menghasilkan IPK untuk mahasiswa yang bersangkutan.

Super Key
Yaitu himpunan dari satu atau lebih entitas yang digunakan untuk mengidentifikasikan secara unik sebuah entitas dalam entitas set

Kunci Kandidat (Candidate Key)

Kunci kandidat adalah satu atribut atau satu set atribut yang mengidentifikasikan secara unik suatu kejadian spesifik dari entity. Satu set atribut menyatakan secara tidak langsung dimana anda tidak dapat membuang beberapa atribut dalam set tanpa merusak kepemilikan yang unik. Jika kunci kandidat berisi lebih dari satu atribut, maka biasanya disebut sebagai composite key (kunci campuran atau gabungan).

Kunci Primer (Primery Key)Primary key
Kunci Primer (Primery Key)Primary key adalah satu atribut atau satu set minimal atribut yang tidak hanyamengidentifikasi secara unik suatu kejadian spesifik, tetapi juga dapat mewakilisetiap kejadian dari suatu entity.Setiap kunci kandidat dapat menjadi kunci primer tetapi sebaliknya sebaiknyadipilih satu saja yang dapat mewakili secara menyeluruh terhadap entity yangada.

Kunci Alternatif (Alternate Key)
Kunci alternatif adalah kunci kandidat yang tidak dipakai sebagai kunci primer. Kunci alternatif ini sering digunakan untuk kunci pengurutan misalnya dalam laporan.

Kunci Tamu (Foreign Key)
Kunci tamu adalah satu atribut atau satu set minimal atribut yang melengkapi satu hubungan yang menunjukkan ke induknya. kunci tamu ditempatkan pada entity anak dan sama dengan kunci primer induk yang direlasikan. Hubungan antara entity induk dengan anak adalah hubungan satu lawan banyak (one to many relationship).

TEHNIK NORMALISASI 3

MACAM-MACAM BENTUK NORMALISASI

LANGKAH- LANGKAH PEMEMBENTUK NORMALISAI :


1.     1.       Bentuk tidak normal (Unnormalized Form):Bentuk ini merupakan kumpulan data yang akan direkam, tidak ada keharusan 1.       mengikuti suatu format tertentu. Dapat saja data tidak lengkap atau terduplikasi. Datadikumpulkan apa adanya sesuai dengan saat menginput.
Contoh data :



Ket : PA = Penasehat Akademik
Siswa yg punya nomor siswa, nama, dan PA mengikuti 3 mata pelajaran/kelas. Disiniada perulangan kelas 3 kali ini bukan bentuk 1 NF.


1.      Bentuk Normal Ke Satu (1 NF/First Normal Form)Suatu relasi 1NF jika dan hanya jika sifat dari setiap relasi atributnya bersifat atomik.Atom adalah zat terkecil yang masih memiliki sifat induknya, bila dipecah lagi makaia tidak memiliki sifat induknya.Ciri-ciri 1 NF :• Setiap data dibentuk dalam flat file, data dibentuk dalam satu record demi saturecord nilai dari field berupa “atomic value• Tidak ada set atribute yang berulang atau bernilai ganda• Tiap field hanya satu pengertian.



1.    Bentuk Normal Ke Dua (2 NF /Second Normal Form)
Bentuk normal kedua mempunyai syarat yaitu bentuk data telah memenuhi kriteriabentuk normal kesatu. Atribute bukan kunci haruslah bergantung secara fungsi padakunci utama/primary key. Sehingga utk membentuk normal kedua haruslah sudahditentukan kunci-kunci field. Kunci field haruslah unik dan dapat mewakili atributelain ygmenjadi anggotanya.
Misal :Daricontoh relasi Siswa pada I NF terlihat bahwa kunci utama/primary key adalahnomor siswa. Nama siswa dan pa bergantung fungsi pada no_siswa, tetapi kode_kelasbukanlah fungsi dari siswa, maka file siswa dipecah menjadi 2 relasi


Relasi Siswa.


Dan
Relasi ambil_kelas


1.       Bentuk Normal Ke Tiga (3 NF / Third Normal Form)
Untuk menjadi bentuk normal ketiga maka relasi haruslah dalam bentuk normalkedua dan semua atribute bukan primer tidak punya hubungan yg transitif. Dengankata lain,setiap atribute bukan kunci haruslah bergantung hanya pada primary key danpada primary key secara menyeluruh.Contoh pada bentuk normal kedua di atas termasuk juga bentuk normal ke tiga karenaseluruh atribute yang ada disitu bergantung penuh pada kunci primernya

2.       Boyce-Codd Normal Form ( BCNF)BCNF mempunyai paksaan yg lebih kuat dari bentuk normal ketiga. Untuk menjadiBCNF, relasi harus dalam bentuk normal kesatu dan setiap atribute harus bergantungfungsi pada atribute superkeyPada contoh di bawah ini terdapat relasi seminar dengan ketentuan sbb :
kunci primer adalah no_siswa+seminar.
a.       Siswa boleh mengambil satu atau dua seminar.
b.      b. Setiap siswa dibimbing oleh salah satu diantara 2 instruktur seminar tsb.
c.       c. Setiap instruktur boleh hanya mengambil satu seminar saja.
Pada contoh ini no_siswa dan seminar menunjuk seoranginstruktur :


Relasi seminar.

Bentuk relasi seminar adalah bentuk normal ketiga, tetapi tidak BCNF karena nomorseminar masih bergantung fungsi pada instruktur, jika setiap instruktur dapatmengajar hanya pada satu seminar.


Relasi pengajar.




1.      Bentuk Normal Ke Empat (4 NF)
Relasi R adalah bentuk 4 NFjika dan hanya jika relasi tersebut juga termasuk BCNFdan semua ketergantungan multivalue adalah juga ketergantungan fungsional.

2.      Bentuk Normal Ke Lima (5 NF)

Disebut juga PJNF (Projection Join Normal Form) dari 4 NF dilakukan denganmenghilangkan ketergantungan join yang bukan merupakan kunci kandidat.










Read more ...

Jawaban UTS (Analisa & Perancangan Sisfo)

Senin, 03 November 2014
Soal UTS (A nalisis & Perancangan Sisfo).

1. Jelasakan masing-masing karakteristik system yang saudara ketahui.
2. Sebutkan dan jelaskan klasifikasi system yang saudara ketahui
3. Jelaskan apa yang saudara ketahui tentang :
a. Data
b. Informasi
c. System
d. Sub system
4. Jelaskan apa yang dimaksud dengan :
a. Identify, mengidentifikasi masalah?
b. Understand, memahami kerja sistem yang ada?
c. Analyze, menganalisis system?
d. Report, membuat laporan hasil analisis?

Jawabannya:
     1)      A. Komponen Sistem
            Suatu sistem dapat terdiri dari beberapa komponen yang saling berhubungan satu dengan                     yang lain dan bekerja sama mebentuk satu kesatuan, sistem dapat terdiri dari bagian-bagian                 yang mempunyai fungsi yang berbeda dan saling terhubung.
B. Batas Sistem
Setiap Sistem terdiri dari sub-sub sistem dan setiap sistem/sub sistem mempunyai tata kerja yang berbeda antara satu dengan yang lain, sistem mempunyai kemampuan yang terbatas dan ruang lingkup yang terbatas. Batasan, merupakan batasan-batasan yang ada dalam mencapai tujuan dari system, dimana batasan ini dapat berupa:
             •         Prosedur
             •         Biaya-biaya
             •         Personel
             •         Peralatan
             •         Mekanisme pengolahan
             C.      Lingkungan Luar Sistem
Baik dan buruknya kinerja sistem dapat dipengaruhi oleh lingkungan luar sistem.
            D.     Penghubung Sistem
             Untuk dapat berkomunikasi satu sub sistem dengan sub sistem yang lain didukung adanya                    penghubung, input suatu sistem dapat berasal dari uotput sub sistem yang lain.
            E.      Masukan Sistem
Sesuatu yang dimasukkan dalam sistem sehingga sistem dapat melakukan proses.
Input, merupakan bagian dari system yang bertugas untuk menerima data masukan,   dimana data dapat berupa:
             •         Asal masukan
             •         Frekuensi pemasukan data
             •         Jenis pemasukan data
            F.       Keluaran Sistem
Hasil dari inputan yang telah dimanipulasi menjadi bentuk yang berbeda. Ouput, merupakan keluaran atau tujuan akhir dari system, output dapat berupa:
            •         Laporan
            •         Grafik
            G.     Pengolah Sistem
Mekanisme manipulasi yang disebabkan dari masukan dengan menggunakan model atau metode tertentu.
Proses, merupakan bagian yang memproses masukan data menjadi informasi sesuai dengan keinginan penerima:
            •      Klasifikasi
            •      Peringkasan
            •      Pencaharian
           H.     Sasaran Sistem
Sesuatu yang dapat dicapai dari perpaduan input, proses, dan output yang berupa sasaran ( objective ) atau tujuan ( goal )
Tujuan, merupakan tujuan dari system tersebut yang  dapat berupa:
tujuan usaha
kebutuhan
masalah
prosedur pencapain tujuan
I. Kontrol, merupakan pengawas dari pelaksanaan pencapaian tujuan system, yang dapa berupa:
    -  kontrol pemasukan data (input)
    -  kontrol pengeluaran data (output)
    -  kontrol pengoperasian.
      2)      Klasifikasi Sistem
Untuk dapat memudahkan indentifikasi Sistem dapat diklasifikasikan menjadi beberapa kelompok sebagai berikut:
a.      Sistem abstrak ( abstract system )
Sistem yang terdiri dari pemikiran atau ide-ide yang tidak
tampak secara fisik.
b.      Sistem fisik ( physical system).
             Merupakan sistem yang berwujud dan tampak secara fisik.
c.       Sistem alamiah ( natural  system )
             Sistem yang terjadi melalui proses alam dan tidak dibuat
oleh manusia.
d.      Sistem buatan manusia (humanmade system).
Sistem yang dibuat oleh manusia baik menggunakan alat    bantu berupa mesin atau tanpa alat bantuan mesin.
e.      Sistem tertentu ( determination system )
Sistem yang beroperasi dengan karakteristik yang sudah dapat diprediksi hasilnya, input, proses dan output sudah dapat diprediksi.
f.        Sistem tak tentu ( Probabilistic system ).
Sistem yang beroperasi dengan karakteristik belum dapat diprediksi karena adanya unsur probabilistic.
g.      Sistem tertutup ( closed system )
Sistem yang terintegrasi antar komponen dan bekerja secara otomatis.
h.      Sistem terbuka (open system)
            Sistem yang berhubungan dengan lingkungan luar dan dapat   
            dikendalikan oleh pengguna.
      3)      a.Data adalah catatan atas kumpulan fakta. Data merupakan bentuk jamak dari datum, berasal dari bahasa Latin yang berarti "sesuatu yang diberikan". Dalam penggunaan sehari-hari data berarti suatu pernyataan yang diterima secara apa adanya. Pernyataan ini adalah hasil pengukuran atau pengamatan suatu variabel yang bentuknya dapat berupa angka, kata-kata, atau citra.

b. Informasi adalah data yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi yang menerimanya. Data adalah kenyataan yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian dan kesatuan nyata.

c. Sub system adalah sebenarnya hanyalah sistem di dalam satu sistem, ini berrti bahwa sistem berada pada lebih dari satu tingkat. Pemialan lain, mobil adalah suatu system yang terdiri dari system-sistem bawahan seperti system mesin, system badan mobil dan system rangka. Masing-masing system terdiri dari system tingkat yang lebih rendah lagi. Jadi intinya  suatu system terdiri dari elemen yang bisa berbentuk individu atau bagian-bagian yang terpisah, kemudian berinteraksi satu sama lain untuk mencapai tujuan.

4         4.)      A.  IDENTIFY, MENGIDENTIFIKASI MASALAH
Mengidentifikasi (mengenal) masalah merupakan langkah pertamayang dilakukan dalam tahap analisis sistem. Masalah dapatdidefinisikan sebagai suatu pertanyaan yang diinginkan untuk di pecahkan. Masalah inilah yang menyebabkan sasaran dari sistemtidak dapat dicapai. Oleh karena itu langkah pertama yang harusdilakukan oleh analis sistem adalah mengidentifikasi terlebih dahulumasalah-masalah yang terjadi.

B. UNDERSTAND MEMAHAMI KERJA SISTEM YANG ADA
-mencari fakta atau data
teknik : - wawancara
- observasi
- kuesioner
- teknik
- sampling
Kriteria penilaian sistem baru :
- relevan
- kapasitas
- efisien
- tepat waktu
- mudah diakses
- fleksibel
- akurat
- handal
- keamanan
- ekonomis
- sederhana.

C. ANALYZE, MENGANALISIS SISTEM
Pemahaman terhadap kerja system yang dilakukan seorang analis  dapat dilakukan dengan mempelajari secara terinci bagaimana sistem yang ada beroperasi. Berdasarkan pertanyaan dan kriteria ini, selanjutnya analis sistem akan dapat melakukan analisis dari hasil penelitian dengan baik untuk menemukan kelemahan dan permasalahaan dari sistem yang ada.

D. REPORT, MEMBUAT LAPORAN HASIL  ANALISA
Melaporkan hasil tugas kita kepada Guru/Dosen mata kuliah yang memberi tugas kepada kita. Apakah sudah benar atau belum, kalau belum Dosen memberi pengarahan kepada kita agar tugas yang kita kerjakan itu di perbaiki. Meminta pendat dan saran kepada manajemen atau dosen kita tentang tugas yang kita kerjakan. Pihak menegemen bersama-sama dengan panitia pengarah dan pemakai sistem akan mempelajari temuan-temuan analis yang telah dilakukan oleh analis sistem yang disajikan dalam laopran ini. 



                                               







Read more ...